Kenapa orang merahasiakan sesuatu? Karena mereka malu? Karena mereka takut? Karena mereka ingin melindungi seseorang yang mereka sayangi dari sesuatu yang buruk (misalnya kesedihan? Aku rasa ketiganya benar. Tergantung dari masing-masing individu.
Lalu kenapa kebanyakan ODHA (Orang dengan HIV/Aids) merahasiakan kondisinya? Mungkin banyak yang akan menjawab supaya keluarganya tidak khawatir. Tapi lebih banyak lagi yang, aku rasa, menjawab karena takut. Takut dikucilkan. Takut dijauhi. Takut tak memiliki teman lagi.
Wahai para ODHA, aku mohon stop bungkam soal kondisi kalian. Katakan pada keluarga, sahabat, teman, dan, ya, kekasih. Bukan untuk membuat khawatir mereka. Bukan pula untuk mengucilkan mereka. Kalau mereka benar-benar sayang dan cinta dengan kalian, aku jamin, mereka tidak akan meninggalkan kalian.
Dengan kalian jujur soal penyakit kalian, hal ini akan mempermudah jalan kalian memperoleh layanan dan informasi kesehatan yang lebih luas.
Aku bisa mencarinya sendiri, Jun. Aku nggak mau melibatkan banyak orang.
Lagipula, apa kalian tega terus-terusan membohongi keluarga kalian? Apa dengan mereka mengetahui penyakit kalian saat detik-detik terakhir akan membuat mereka tidak sedih? Mereka bakal LEBIH sedih ketimbang kalian memberitahunya lebih awal!
Hal pertama yang perlu kalian lakukan adalah memaafkan diri sendiri. Percuma mengurung diri dalam kubangan penyesalan. Hanya makin memperburuk keadaan kalian. Terima kenyataan bahwa HIV/AIDS kini menjadi bagian dari hidup kalian. Dengan kalian menerimanya, semuanya akan terasa lebih mudah :)
Aku sering membaca berita atau iklan yang mengatakan HIV/AIDS sudah bisa disembuhkan. Tapi aku tak bisa menjamin kebenaran berita tersebut. Tapi kalian tidak boleh kehilangan harapan. Bila kalian kehilangan harapan, maka kalian akan kehilangan semuanya. Lagipula, bukankah pada dasarnya semua orang akan mati? Tapi apa hal itu akan mencegah kalian untuk terus berkarya? Apakah hal itu bisa menghalangi kalian meraih mimpi? Apa kalian rela diingat sebagai seorang pembohong (karena tidak jujur dengan keadaan kalian) yang mati karena HIV/AIDS dan akan dilupakan?
Stop salahkan seseorang. Apalagi menyalahkan Sang Pencipta. Daripada tenaga terkuras habis untuk mencari kambing hitam, kenapa tidak menggunakannya untuk berkarya? Kenapa tidak memfokuskannya untuk menggapai impian kalian?
Tahu Suzanna Murni? Dia adalah orang pertama dari Indonesia yang jujur mengatakan bahwa dia mengidap HIV Positif, baik di dalam negeri maupun di forum international. Dan apakah dia sedih? Apakah dia mengurung diri? Tidak. Dia malah mendirikan Yayasan Spiritia bersama beberapa rekannya, sebagai kelompok dukungan sebaya oleh dan untuk orang yang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA).
Perlu kalian tahu, Spiritia adalah salah satu dari lima LSM dari seluruh dunia yang menerima penghargaan khusus dari FHI (Family Health Internasional) di Konferensi AIDS Internasional pada 2002 di Barcelona, Spanyol.
Apakah sampai disitu saja? Banyak hal yang dikerjakan oleh Suzanna Murni. Bahkan dia juga menulis buku berjudul "Dua sisi dari satu sosok". Sebuah buku yang mengisahkan kisah penulisnya yang seorang pengidap HIV yang berupaya mensejajarkan pengidap HIV dengan warga biasa.
Ini dia kutipan Favoritnya
Saya tidak kehilangan martabat saya sebagai manusia hanya karena saya HIV positif.
Saya bangga atas diri saya sendiri, atas usaha saya menghadapi hidup sebaik kemampuan saya.
Saya sayang pada diri saya sendiri, dan tidak perlu ada rasa malu atau bersalah yang mengikat langkah saya.
Dan bagi saya, jika saya meninggal karena HIV bukan berarti saya lebih hina daripada orang yang meninggal karena sakit jantung atau kanker atau yang lainnya.
Bahkan HIV/AIDS pun tidak bisa menghentikan Suzanna Murni untuk menorehkan legendanya. Aku yakin kamu juga bisa. Aku yakin kamu bisa membuat legendamu sendiri. Mungkin tidak akan setenar Suzanna Murni, tapi aku yakin keluarga kalian, sahabat kalian, orang-orang yang mencintai kalian akan terus mengenang tentang kalian :)
![]() | ||
Satu hal lagi, HIV/AIDS memang penyakit menular. Tapi ketahuilah HIV/AIDS HANYA menular lewat hubungan darah. Maksud dari hubungan darah adalah hubungan badan, penggunaan bersama jarum suntik yang sama, dari ibu ke anaknya yang masih dalam kandungan, dan transfusi darah. Jadi, anggapan bahwa bersin dan sentuhan bisa menularkan virus HIV, itu salah besar!
Terakhir nih, buat kalian yang memiliki "keunikan". Bila setelah membaca ini kalian masih merasa "takut" dengan mereka yang , setidaknya kalian tahu, berkurang satu orang yang perlu kalian takuti. Dan ingat, kalian tidak sendiri kok :)

Note:
Penulis berdomisili di Nganjuk - Jawa Timur
Materi gambar diambil dari arief-chun.blogspot.com










10 comments:
Aku punya teman yang ODHA.. tapi gak ada tuh temen2 lain yang mengucilkannya.. Mungkin mereka merasiakan karena takut dikata2in.. Karena virus itu kan dapetnya banyak dari cara yang jelek seperti seks bebas atau narkoba..
>> Niee
great! :D
yup, itulah masalahnya. Tapi juga bakal menghambat jalan mencari pelayanan :(
wahhh..mengetengahkan soal ODHA.. Good article ^_^
>> Asti
thank you ^^
y mereka gak semestinya sendiri. stigma negatif mesti dihapus sejak hari ini. odha gak beda kok ama kita2
berkunjung sob..salam blogger
salam kenal dan sukses selalu ..:)
Kalau saya mah lebih kesian ke anak2 yang terkena aids dari orang tuanya. Mereka yang baru lahir sudah terkena penyakit itu >.<
yuuup masih banyak org yang care sama ODHA sambil mengingat lirik lagu katon bagaskara
ehm... ya.... Jangan Putus Asa, kalian tidak sendiri,,,
>> Rusydi himawan
yup, setiap manusia itu sama di hadapanNya ^^
>> outbond malang
salam kenal balik
sukses juga buat sobat ya ^^
>> Iam
well, moga anak-anak itu bisa tabah ya :(
>> attayaya-bono
wah, apa tuh lagunya Katon bagaskara?
>> srulz
hmmm, okeh #eh
Poskan Komentar
Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^